Berita  

Pelayanan Pemkot Semarang Kini Sampai Akhir Pekan dan Malam Hari

Pemerintah Kota Semarang membuka layanan administrasi pada akhir pekan dan malam hari. Pelayanan juga dilakukan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi), mengatakan langkah itu diambil untuk menanggapi keluhan masyarakat yang kesulitan mendapat pelayanan saat hari libur atau di luar jam kerja.
“Banyak masyarakat kita yang dari Senin sampai Jumat jadwal kerjanya padat dan tidak bisa ditinggal. Hanya bisa mengurus hal-hal administratif di hari libur. Padahal kalau hari libur ya pelayanan umumnya ikut libur. Jadi kita coba carikan solusinya bersama-sama,” kata Hendi kepada wartawan dalam keterangannya, Rabu (15/6/2022).
Pelayanan akhir pekan dan malam hari dilaksanakan setiap bulan pada hari Sabtu di minggu pertama mulai pukul 07.30-13.00 WIB. Sementara pelayanan pada malam hari dibuka mulai pukul 19.00-22.00 WIB. Program pelayanan akhir pekan dan malam hari ini diselenggarakan di semua kecamatan di Kota Semarang.
Daftar dinas yang membuka pelayanan akhir pekan dan malam hari:
  • Pelayanan administrasi kelurahan dan kecamatan
  • Pembayaran PBB di masing-masing kecamatan
  • Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
  • Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan
  • Dinas Arsip dan Perpustakaan
  • Badan Pendapatan Daerah, pelayanan klinik pajak daerah di masing-masing pos wilayah, pelayanan klinik pajak oleh Bappeda
  • Vaksin hewan oleh Dinas Pertanian
  • Pelayanan Samsat
  • Layanan Donor Darah oleh PMI Kota Semarang
  • DPMPTSP yang melaksanakan pelayanan di Kantor Balai Kota Semarang
  • Pusat Informasi Publik (PIP).
Pelayanan akhir pekan dan malam hari sudah dimulai sejak 7 Mei 2022. Untuk putaran terdekat yaitu pada minggu pertama bulan Juli yaitu pada Sabtu 2 Juli 2022.
“Alhamdulillah berdasarkan laporan yang masuk, animo masyarakat untuk memanfaatkan program ini cukup besar. Pada kegiatan pelayanan putaran pertama pada tanggal 7 Mei 2022, Pemkot Semarang sukses melayani total 4.070 pemohon di 16 kecamatan. Dari pelayanan tersebut terkumpul transaksi UKM sebesar Rp 84.922.600. Adapun pembayaran PBB oleh 1.018 wajib pajak yang dilayani hari itu terkumpul sebesar total Rp 358.693.645,” jelas Hendi.
Menurut Hendi program-program yang tak maksimal kadang justru bukan karena faktor partisipasi masyarakat melainkan soal kendala waktu. Sebab banyak masyarakat yang harus bekerja ketika layanan dibuka.
“Seperti mengurus KTP, KK, akta, membayar PBB, sampai konsultasi UMKM dan perizinan. Itu semua bukan hal yang sepele. Kalau masyarakat memang tidak sempat, ya kitalah pemerintah yang harus mencari solusinya. Maka kita fasilitasi melalui program Pelayanan Akhir Pekan dan Malam Hari,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.