Kota Lama di Semarang ialah citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur dengan gaya Eropa di masa lalu. Banyak berdiri Bagunan- bangunan kuno yang eksotis serta megah peninggalan zaman Kolonial Belanda, seolah menaruh segudang cerita yang tidak akan sempat habis diceritakan.

Di dekat Kota Lama dibentuk kanal- kanal air yang keberadaanya masih dapat disaksikan sampai saat ini, walaupun tidak terpelihara.

info semarang kawasan kota lama
Foto IG @thesaavivi

Hal inilah yang menimbulkan Kota Lama menemukan julukan bagaikan Little Netherland. Lokasinya yang mirip kota di Eropa dan kanal yang mengelilinginya menjadikan Kota Lama semacam miniatur Belanda di Semarang.

Keindahan

Kota Lama ialah salah satu tempat hunting untuk ber foto terbaik di kota Semarang. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini senantiasa rame.

Rata- rata yang tiba kesini merupakan para anak muda yang mencari spot- spot gambar terbaik untuk dipost di sosial media mereka. Seperti itu kenapa akan kurang rasanya berkunjung ke Semarang kalau tidak mampir Kota Lama.

info semarang kawasan kota lama
Foto IG @difla

Dalam satu kawasan kota lama terdapat banyak ikon- ikon kota Semarang yang populer semacam Gereja Blenduk, pabrik rokok, stasiun, dll yang mempunyai style khas Eropa masa dulu.

Dikala letih berkelana ataupun huntiing foto terdapat sebagian cafe serta restaurant buat meredam rasa lapar. Adapula suatu halaman disebelah zona Gereja Blenduk yang jadi tempat nongkrong para turis sambil menikmati atmosfer semacam di Eropa abad 17.

Jalur Mengarah Lokasi

Bila Kamu mau ke Kota Lama Semarang tidak perlu cemas sebab lokasinya strategis bisa diraih dari arah mana saja. Buat yang tiba dari arah kota Demak dapat melewati jalan halte Terboyo hingga Jalan. Raden Patah, Kota Lama.

Jarak tempuh yang diperlukan kurang lebih 60 menit. Untuk yang tiba dari arah Ungaran, pilih jalan mengarah Banyumanik Peterongan setelah itu Jalan. MT Haryono lurus terus sampai bundara Bubakan. Di bundaran ini, Kamu pilih Jalan. Cendrawasih, Kota Lama Semarang. Jarak yang ditempuh kira- kira 50 menit.

Buat turis yang tiba dari arah barat kayak Kendal dll, pilih jalan ke Mangkang setelah itu lurus hingga Bundaran Kali Banteng.

Dari sini, Kamu pilih jalur menuju ke Semarang kota setelah itu masuk Bundaran Tugu Muda lurus sampai berjumpa Lawang Sewu, terus ke Jalan. Pemuda hingga Pasar Johar Semarang.

info semarang kawasan kota lama
info semarang kawasan kota lama

Pilih jalan kekiri sebab ini ialah jalur satu arah jadi jangan sampai salah belok setelah itu lurus saja hingga berjumpa di kawasan Kota Lama. Jarak tempuh yang diperlukan kira- kira 45 menitan.

Sebab posisi Kota Lama tercantum terletak dipusat kota Semarang, Kamu bakal bertemu dengan beberapa lampu kemudian lintas serta jalan satu arah yang banyak diberlakukan dijalan- jalan kota Semarang buat mengatasai macet jadi lumayan melatih kesabaran.

Sejarah Kota Lama

Kota Lama Semarang dibentuk pada di masa kolonial Belanda. Pada bertepatan pada tanggal 15 Januari 1678 terjadi pemberontakan Trunojoyo dan Belanda berjasa sekali terhadap Mataram sebab sukses menggagalkannya.

Mataram membagikan imbalan atas jasanya tersebut dengan menyerahkan kawasan Tepi laut Utara Jawa pada VOC. VOC membangun kota Semarang serta memulainya dengan membuat benteng

Benteng ini pada mulanya berperan sebagai rumah orang- orang Belanda. Sebab semakin meningkatnya jumlah populasi orang Belanda kesimpulannya VOC memutuskan untuk membangun pula perkantoran. Perkantoran itu dulu diletakkan di timur benteng

Benteng ini berperan bagaikan pusat aktivitas militer. Wujud benteng tersebut merupakan segi 5. Benteng ini memiliki satu gerbang di sebelah selatan serta 5 tower pengawas.

Menara- menara ini mempunyai nama sendiri- sendiri semacam Amsterdam, Raamsdonk, Zeeland, Utrecht, serta Bunschoten. Pada saat tahun 1731, pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk Tiongkok yang tinggal di kawasan tersebut ke sebelah lingkungan tempat tinggal Belanda.

Hal tersebut dicoba untuk membuat pengawasan pemerintah kolonial terhadap masyarakat Tiongkok jadi lebih gampang. Benteng ini tidak cuma hanya bagaikan pusat seluruh kegiatan militer melainkan berperan pula bagaikan tempat pengintaian seluruh kegiatan masyarakat Tiongkok.

Seluruhnya berjalan mudah hingga pada kesimpulannya terdapat kejadian besar‘ Geger Pecinan’ pada tahun 1740- 1743. Kejadian ini yang menjadikan VOC berkuasa di kawasan tersebut.

Sehabis sukses mereda perlawanan, pemerintah kolonial Belanda langsung membuat fortifikasi ataupun perbentengan. Fortifikasi dibentuk mengelilingi kawasan Kota Lama.

Akan namun pada tahun 1824, fortifikasi dibongkar ulang oleh orang- orang Belanda sebab dirasa tidak selaras dengan pertumbuhan diwilayah itu.

Pemerintah kolonial Belanda membuat nama- nama jalur di kawasan Kota Lama Semarang buat mengenang pembangunan benteng tersebut.

Terdapat Westerwaalstraat, Zuiderwalstraat, Oosterwalstraat serta Noorderwalstaat( Jalur Tembok Barat, Jalur Tembok Selatan, Jalur Tembok Timur, Jalur Tembok Utara).

Saat ini nama jalan- jalan tersebut telah berganti jadi Jalur Mpu Tantular, Jalur Kepodang, Jalur Cendrawasih, serta Jalur Merak.

Pada masa itu dekat abad 19- 20, Kota Lama Semarang ialah pusat perdagangan. Buat melindungi masyarakat serta daerahnya, seperti itu mengapa VOC membangun benteng Vijhoek.

VOC pula membuat jalan- jalan penghubung dari 3 pintu gerbang Vijhoek buat memperlancarcar jalan perhubungan dikawasan itu.

Jalur utama diberi nama Heeren Straat yang saat ini jadi Jalur Let Jen Soeprapto. Sisa aset pintu benteng yang masih terdapat hingga saat ini merupakan Jembatan Berok yang dulu kala bernama De Zuider Por.

Dulu kawasan Kota Lama bernama Outstadt dengan luas menggapai 31 hektar. Dari penampakan geografis, kawasan Kota Lama nampak terpisah dari wilayah sekelilingnya.

info semarang kawasan kota lama

Seperti itu sebab dibalik julukan‘ Little Netherland’. Wilayah ini ialah saksi sejarah masa kolonial Belanda yang menguasai sepanjang 2 abad lebih serta lokasinya bersebelahan langsung dengan kawasan pusat perekonomian.

Disini kurang lebih terdapat 50 bangunan vintage yang masih kuat tegak berdiri dengan karakteristik khas arsitektur Eropa. Dilihat dari wujud, ornamen serta perinci bangunan nampak kental sekali nuansa Eropa dekat abad 17an.

Perihal ini dapat diamati dari penempatan kaca- kaca bercorak, uniknya wujud atap, bangunan ruang dasar tanah, besarnya ukuran jendela serta pintu.

Serba Serbi

Dalam satu kawasan Kota Lama Semarang ada sebagian tempat yang pula menarik buat dikunjungi.

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk merupakan salah satu saksi sejarah pada masa dulu yang menaruh banyak kenangan. Ini ialah destinasi harus para turis yang tiba ke Kota Lama sebagai latar mengambil foto.

Para wisatawan mengambil gambar memakai Gereja Blenduk bagaikan latar belakang. Gereja satu ini mempunyai wujud yang unik. Keunikan tersebut bisa dilihat dari wujud kubahnya yang‘ mblenduk’ semacam wujud kubah masjid.

Nama asli gereja ini sesungguhnya merupakan Nederlandsch Indische Kerk serta masih dipergunakan bagaikan tempat ibadah sampai dikala ini.

Mengapa dinamakan‘ Gereja Blenduk’ sebab warga jawa kesulitan menyebut nama aslinya jadi dinamakanlah semacam itu cocok wujud kubahnya supaya lebih gampang diingat serta dilafalkan.

Keunikan lain dari gereja ini merupakan corak kubahnya ialah‘ merah bata’ serta mempunyai 2 tower yang terletak didepan kubah cocok. Tidak cuma nama Gereja Blenduk yang berganti, jembatan mberok pula telah bukan nama aslinya.

Dulu jembatan ini bisa dibuka serta ditutup sebab ini berperan bagaikan penghubung dari arah laut mengarah Johar. Diseberang jalur ada gedung asuransi yang oleh masyarakat dekat populer dengan Gedung Jiwasraya.

Tidak jauh dari lingkungan Gereja Blenduk ada restoran ikan bakar cianjur. Terdapat pula Gedung Marabunta yang mempunyai patung semut raksasa diatasnya.

Dulu kala gedung ini sempat jadi tempat dilaksanakannya aksi spionase. Aksi tersebut didalangi oleh mata- mata berparas menawan bernama Matahari.

Polder Ait Tawar

Destinasi menarik yang lain merupakan Polder Air Tawang. Ini ialah kolam besar yang terletak didepan stasiun Tawang serta mempunyai guna banyak. Terdapat trotoar yang mengelilingi kolam serta disediakan banyak bangku.

Masyarakat dekat kerap menghabiskan waktu disini sambil memandang orang lalu lalang ataupun hanya rehat sejenak. Kolam ini difungsikan bagaikan tempat melindungi air limpahan yang berasal dari luar zona tersebut.

Kolam ini pula mempunyai guna bagaikan pengendali muka air ataupun prediksi bila terdapat banjir menyerang kawasan Kota Lama.

Stasiun Tawang

Stasiun Tawang ialah stasiun yang telah sangat tua umurnya seperti Stasiun Kota yang terdapat di Kota Tua Jakarta. Stasiun Tawang merupakan stasiun induk di kota Semarang dengan style arsitektur khas Belanda dahulu.

Sebab bangunan stasiun ini nyatanya telah terdapat semenjak masa kolonial Belanda menempati Semarang. Dulu bangunan stasiun terbuat oleh Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschsrij sepanjang kurang lebih 4 tahun ialah dari 16 Jun 1864 sampai10 Feb 1870.

Tidak terdapat banyak pergantian dari stasiun ini semenjak awal kali diidrikan. Stasiun Tawang ialah salah satu stasiun tertua di segala Indonesia.

Pabrik Rokok Praoe Lajar

Tempat menarik yang lain merupakan pabrik rokok‘ Praoe Lajar’. Gimana dapat pabrik rokok mempunyai energi pikat untuk para turis yang berkunjung. Perihal ini diakibatkan sebab Pabrik Rokok Praoe Lajar sudah terdapat semenjak era Belanda.

Pabrik rokok indie masih senantiasa berdiri sampai dikala ini ialah prestasi tertentu ditengah ketatnya persaingan dalam industri rokok. Pabrik Rokok Praoe Lajar masih eksis sampai saat ini walaupun Kamu tidak sempat merasa memandang iklannya terdapat ditelevisi.

Pabrik Rokok Praoe Lajar beralamat di Jalur Merak Nomor. 15 Tanjungmas serta masih dalam lingkungan Kota Lama. Distribusi rokok ini memanglah memilah pasaran menengah kebawah.

Cocok dengan namanya, rokok ini mempunyai istilah rokoknya para nelayan sebab tidak jauh dari sini ada perkampungan nelayan pula. Wujud gedung bergaya Belanda kuno serta unik inilah yang buatnya ikut jadi destinasi harus dikala terletak di Kota Lama Semarang.

Persimpangan di tengah Kota Lama

Persimpangan di tengah Kota Lama pula ialah spot mengambil gambar terbaik di kawasan Kota Lama. Posisi ini tepatnya terletak di persimpangan antara Jalan. Garuda, Jalan. Jendral Soeprapto, serta Jalan. Glatik.

Terdapat gedung- gedung tua tidak terpelihara tetapi malah inilah yang buatnya menarik sebab sangat jadul serta alami. Banyak sekali orang yang melaksanakan sesi gambar prewed disini serta pula kawasan Kota Lama yang lain.

Terdapat sebagian becak yang mangkal di zona ini sehingga menaikkan ornamen fotografi tema vintage secara natural.

Dikala Kamu kemari tentu bakal banyak wisatawan yang memegang kamera professional ataupun cuma memakai kamera telpon seluler yang lagi hunting potret- potret keren paling utama dikala akhir minggu.

Ditandai dalam: